Wednesday, September 30, 2020

Pasar Potensial untuk Kopi Lokal; Optimalkan Pemasaran di Dunia Digital

"Kopi kami adalah kopi liar, tanpa pupuk kimia. Kami hanya merawat semampu kami pohon-pohon kopi yang ada di hutan." 

Begitu ujar Bu Tasuri dalam sebuah kesempatan di Pekalongan tiga tahun silam. Setelah mencicipi kopi organik yang diberi label Kopi Owa tersebut, saya pun membeli beberapa pouch sebagai oleh-oleh ke Lamongan, untuk saya sendiri dan kakak yang juga penggemar kopi.


Respons kakak ternyata positif, bahkan kopi itu disajikan saat lingkungan RT-nya menghelat penyembelihan hewan kurban bersama. "Enak banget!" ujarnya singkat. Bahkan istrinya yang bukan penyuka kopi pun menuturkan bahwa para tetangga menyukai kopi tersebut. Saya tentu bahagia mendengar pernyataannya.

Potensi kopi di pasar digital

Kopi memang jadi produk yang digemari saat ini. Pasar lokal, nasional, dan global terbuka luas untuk menyerap tanaman unik ini. Karakter penikmatnya pun beragam, mulai dari remaja hingga orangtua. Ya itu semua tak lepas dari ragam kopi yang tersaji. Bukan hanya karena jenisnya yang berbeda, seperti Arabika dan Robusta, tetapi juga berkat racikan dengan tambahan seperti moka, susu, dan lainnya.

Selain owa dari Hutan Sokokembang Pekalongan, saya tertarik mengembangkan potensi kopi lokal dari Jombang yakni kopi berjenis Ekselsa. Kopi ini berciri khas rasa buah atau fruity di ujung lidah. Biasanya akibat rasa buah yang berada di sekitar kopi, seperti nangka, durian, atau klengkeng. Kopi dari Gunung Anjasmoro ini terbilang nikmat banget dan sudah dibeli banyak teman.


Dengan kemasan yang cantik, saya bahkan pernah menghibahkan sebungkus kepada Pak Johari Zein saat beliau berkunjung di Surabaya awal tahun lalu. Beliau merespons positif dan saya menyambutnya dengan wajah semringah. Sayang sekali dampak pandemi masih terasa. Saya belum bisa menambah stok karena keterbatasan biaya. Pasar masih terbuka walau perlu digali lebih dalam lagi.

Ini bukti bahwa kopi bisa menjadi komoditas ekonomi dengan keuntungan tinggi. Bisa kita olah menjadi konten lokal yang menjanjikan. Didukung dengan kecanggihan teknologi seperti Internet di gawai, kopi bisa mendulang sukses besar. Selama ini saya lebih banyak mengandalkan marketplace dan WhatsApp untuk memasarkan kopi jola-joli. Padahal bisa lebih bergairah lagi penjualannya jika saya optimalkan digital marketing lewat Instagram dengan copywriting yang ciamik. Sudah saatnya kita memanfaatkan dunia digital agar keuntungan finansial bisa kita raih. 


Previous Post
Next Post

Saya juga menulis di https://belalangcerewet.com dan https://www.misterblangkon.com/

0 comments: