Friday, March 27, 2020

Lima Pelajaran Dari Virus Corona (2)

Setelah membahas lima pelajaran akibat virus Corona yang kini merajalela, ternyata masih ada lima pelajaran lain yang sangat positif. Kita sebut saja ini hikmah. Nikmat berbalut azab, bisakah kita mengatakan demikian? Bagaimana mungkin ini bukan blessing in disguise sementara dampaknya begitu berarti bagi manusia seluruhnya.

Sumber foto: mobile.abc.net.au

1 | Berperilaku lebih sehat

Karena tak ingin terkena infeksi virus Corona, setiap orang--tua atau muda--kini semakin peduli pada kesehatan mereka. Setiap hari perilaku sehat kian digalakkan. Bukan hanya mandi yang dirutinkan, tetapi juga cuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer. Selain rajin berolahraga dan berjemur di pagi hari, makan buah dan sayur juga jadi prioritas utama.  

2 | Bersikap lebih religius

Sebagai makhluk Tuhan yang kerdil dan tak berdaya, wabah Corona membuat manusia kian menyadari ketakberdayaan mereka. Bahkan terhadap makhluk Tuhan sekecil virus Corona pun kita ternyata tak berkutik sehingga mau tak mau harus berserah sepenuhnya kepada Allah. Oleh karena itulah, wabah Corona mendorong manusia menjadi semakin religius. 

Meski shalat berjemaah tidak dianjurkan diadakan lagi, termasuk shalat Jumat bagi kaum muslim, tetapi peribadatan di rumah bisa dipastikan semakin intens. Orang-orang banyak membaca Quran atau kitab suci mereka, lebih banyak mengobrol dengan keluarga dan bersama-sama mewujudkan keluarga yang dekat dengan Tuhan.

3| Lebih hemat

Karena anjuran social distancing digalakkan, perhelatan sosial pun berkurang. Pernikahan bisa dihelat lebih sederhana tanpa resepsi mewah yang menghabiskan dana belasan bahkan puluhan juta. Yang biasanya kongko dan nongkrong di kafe untuk jajan pun kini berdiam di rumah sehingga pengeluaran bisa ditekan. Ya memang masih bisa pesan makanan lewat layanan ojek daring seperti Grab Food dan GoFood, tetapi frekuensinya bisa sedikit dijarangkan karena khawatir juga bersinggungan dengan pengemudi.

4 | Lebih kreatif

Wabah Corona rupanya mampu membuat orang-orang lebih kreatif. Selama berada #dirumahsaja, atau Work From Home, banyak juga yang menghasilkan buku, video, dan banyak karya kreatif yang mungkin tak lahir seandainya Corona tak terjadi. Buku-buku asing diterjemahkan dan dihimpun menjadi PDF lalu dibagikan secara cuma-cuma. Tapi hati-hati juga sama e-book yang tidak resmi alias bajakan tanpa sepengetahuan penerbit/penulisnya, itu termasuk pelanggaran jadi enggak berkah.

5 | Lebih banyak barang gratisan 

Berkaitan dengan poin keempat, karena banyak orang terdorong bertindak kreatif, maka konsekuensinya banyak pula hal gratisan yang dibagi-bagikan. Komik tentang Corona dengan ilustrasi menawan bisa didapat tanpa bayar sepeser pun. Belum lagi materi kampanye berbentuk video atau platform lainnya.

Corona ternyata mengubah orang menjadi lebih positif walau terus dilanda kekhawatiran akan wabah yang belum juga ditemukan penawarnya ini. Yang penting tetap berusaha dan berpikir positif, selebihnya bertawakal kepada Allah. Semoga Corona segera berlalu mengingat sekarang sudah bulan Sya'ban dan akan diikuti Ramadhan.

Di tengah kecamuk wabah yang cukup menyita pikiran dan berdampak serius pada kehidupan sosial juga ekonomi, sebaiknya kita berpartisipasi aktif dengan mengurangi berita negatif yang bermuatan hoaks atau sekadar menakut-nakuti. Kalau harus membagikan kabar, cobalah menyaring terlebih dahulu. Mari perbanyak doa dan karya selama berada di rumah.

Bagaimana kabar kota teman-teman?