Wednesday, July 8, 2020

10 Alasan VivoBook S14 S433 Jadi Laptop Kawula Muda, Laptop Andalan Keluarga

Sejak meninggalkan Bogor dan menetap di Lamongan tiga tahun lalu, kami sekeluarga sangat mengandalkan teknologi untuk mefraup rezeki. Kami tentu saja saya dan istri yang dalam tulisan ini saya sebut Bunda Xi. Selain ponsel Android dan jaringan internet, perangkat keras yang sangat penting adalah laptop. Bukan hanya untuk kami berdua, tapi juga buat kedua bocah yang punya hobi menggambar dan menulis cerita. Maklumlah karena mereka termasuk generasi alpha yang punya afinitas atau kegemaran kuat pada produk-produk berteknologi canggih.

Saat ini kami memanfaatkan satu unit laptop, dua buah ponsel Android, dan satu buah tablet PC. Untuk memasok koneksi Internet utama, saya mengandalkan Asus Zenfone Live melalui jalur hotspot. Sebelumnya kami menggunakan dua modem portabel tapi keduanya sudah aus dan tidak kami ganti. Salah satu alasannya karena pengeluaran jadi dobel, maka tethering ke smartphone jadi pilihan tepat. Begitu kedua bocah semakin besar, rupanya satu laptop tidak mencukupi. Belum lagi Bunda Xi yang ingin kembali menekuni hobinya.


Empat profesi saya

Untuk meraup rezeki, saya menekuni empat profesi sekaligus. Saya putuskan menggelutinya karena bisa dikerjakan secara remote bermodalkan laptop dan jaringan internet. Pertama, full-time blogger. Pemasukan dari ngeblog secara full-time lumayan juga. Setidaknya ada tiga cara bagaimana uang saya dapatkan lewat blogging, yakni lewat content placement (CP), sponsored post, dan artikel lomba. Sesuai namanya, tulisan untuk CP sudah disiapkan klien dan tinggal saya unggah di blog dengan penyesuaian sana sini agar seirama dengan postingan lainnya. Publish tulisan, lalu saya dibayar.


Sponsored post biasanya berbentuk artikel pesanan tentang suatu tema atau bisa pula hasil reportase suatu perhelatan, baik event budaya ataupun peluncuran produk. Klien memberikan brief lengkap lalu saya menulis, dan jika sudah approved, saya lantas mengunggahnya. Terakhir, tulisan yang menang lomba. Lomba blog kini banyak dihelat dan hadiahnya beragam tapi sangat menggiurkan. Tinggal pilih tema yang cocok, garap dengan serius, lalu berdoa.

Profesi kedua adalah sebagai editor freelance. Dulu saya memang editor yang bekerja di sebuah penerbit sebelum akhirnya resign. Sejauh ini ada saja penerbit, baik mayor maupun indie, yang memberi job mengedit naskah yang bisa saya kerjakan di rumah meskipun kantor mereka ada di Jabodetabek. Gara-gara mengedit menggunakan suatu software, saya pun terpaksa belajar peranti lunak itu dan akhirnya menekuni dunia grafis sebagai profesi ketiga. Awalnya me-layout naskah, lalu beralih ke desain cover. Kalau sedang banyak order, lumayan juga loh hasilnya.


Profesi keempat adalah penerjemah. Dunia ini sudah saya geluti sejak masih tinggal di Bogor. Order terjemahan untuk pasangan bahasa Indonesia-Inggris sering kali datang dari penerbit, tapi tak jarang juga dari organisasi atau individu. Yang paling mengesankan: saya pernah mengerjakan penerjemahan lagu-lagu dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia untuk penulis lirik dan produser musik asal Kuala Lumpur sekitar delapan tahun lalu.

Semua aktivitas itu berbasis tulisan atau berkaitan dengan kata-kata sehingga laptop menjadi senjata utama untuk saya pakai mengetik atau mengolah kata. Bisa dibayangkan kebutuhan saya untuk memiliki notebook yang portabel, ringan, tapi tetap oke performanya terutama untuk mendesain cover atau me-layout naskah. Ini karena saya sering bepergian ikut acara sosial seperti Kelas Inspirasi atau menginap di rumah ibu yang tinggal di kecamatan berbeda. 

Pekerjaan Bunda 

Sekarang bergerak ke Bunda Xi. Walau tak sering, ia sesekali menerima order editing karena ia memang dulu seorang editor—kami pernah bekerja sekantor. Selain editing atau penyuntingan, belakangan ini Bunda ingin kembali menulis buku, baik nonfiksi ataupun fiksi. Waktu masih tinggal di Bogor, ia pernah menerbitkan dua buku cerita anak bergambar dan satu buku nonfiksi bertema ide liburan seru. Ia ingin mengulangi petualangan menulis seiring kedua anak kami yang tumbuh semakin besar. Saatnya laptop didobel karena tak mungkin rebutan dengan saya. 

Rumi komikus dan Bumi calon insinyur

Rumi dan Bumi adiknya sama-sama masih SD; Rumi kelas 4 dan adiknya kelas 2. Rumi suka menggambar komik dan menulis cerita sedangkan adiknya gemar menggambar mobil besar atau alat-alat berat. Rumi menulis di tablet PC menggunakan wireless keyboard lalu file dipindah ke laptop untuk saya edit. Namun beberapa pekan lalu ia mulai merajuk agar dibelikan notebook seperti saya, minimal ya netbook yang mungil. Sedangkan Bumi rajin membajak laptop saya untuk berkreasi menggunakan Paint saat saya jeda shalat atau makan siang. Berikut ini doodle karya Rumi dan mobil terjebak salju karya adiknya.


Kadang kasihan kalau harus saya paksa berhenti gara-gara keterbatasan laptop di rumah. Mau bagaimana lagi mengingat pekerjaan saya dikejar tenggat alias deadline, jadi mesti bergegas agar cepat rampung dan dibayar. Setelah memantau kegemaran dan kesibukan mereka, saya harus mulai menyisihkan uang untuk membeli notebook baru yang bisa dimanfaatkan bersama. Kok bersama? Ya iyalah, karena laptop saya yang sudah berusia 5 tahun kadang ngambek sehingga sesekali butuh jeda untuk bekerja di laptop lainnya. 



ASUS VivoBook S14 S433, Solusi Keluarga Indonesia


Mempertimbangkan kebutuhan kami berempat, keputusan tepat unit yang perlu dibeli adalah notebook besutan ASUS bernama VivoBook S14 S433. Menurut berita yang saya baca, laptop ini 100% dirancang khusus buat kawula muda. Sangat pas untuk Rumi dan Bumi. Kendati begitu, kami yang para orangtua masih merasa layak menggunakan VivoBook ini karena semangat kami masih muda, hehe. Lagipula, fungsi yang ditawarkan laptop ini sangat mumpuni untuk sekeluarga sehingga bisa menghemat pengeluaran.

Sebagai penerus VivoBook S S430 yang diperkenalkan tahun lalu, seri VivoBook S ini berada di deretan produk premium yang sengaja dihadirkan oleh ASUS dengan fitur terbaik di kelasnya, termasuk VivoBook S14 S433 yang kami incar ini. Sebagai gambaran, penggunaan Intel Core 10th Gen Processor membikin VivoBook S14 S433 bukan hanya makin gesit tapi juga makin hemat daya baterai. Yang paling mencolok tentu saja penampilan fisik VivoBook S14 S433 yang desainnya sangat fresh dan lebih elegan. Tanpa banyak dekorasi, empat pilihan warna kian mempertegas kecantikan laptop tersebut.

10 Alasan Pilih VivoBook S14 S433 


Setidaknya ada 10 alasan kenapa ASUS VivoBook S14 S433 layak diandalkan sebagai notebook pilihan keluarga Indonesia, apalagi para kawula muda. Alasan-alasan ini membuktikan bahwa ASUS adalah produsen notebook yang peduli mutu sekaligus desain yang jadi pertimbangan generasi Z atau alpha saat membeli produk teknologi.

1 | Merek Tepercaya


ASUS bukan pemain baru di dunia teknologi informasi. Perusahaan asal Taiwan ini telah 30 tahun berkiprah dengan portofolio teknologi yang sangat kuat. Selain laptop, produk yang paling saya ingat tentu saja motherboad yang dipasang pada 1 dari 3 komputer di dunia. Setidaknya ada 500.000.000 motherboard besutan ASUS yang telah dijual sejak 1989. Lima juta loh, angka yang fantastis!

Keandalan ASUS sebagai pabrikan IT sudah diakui di kancah internasional. Itu terbukti ketika majalah Fortune memasukkan ASUS ke dalam deretan World’s Most Admired Companies atas dedikasi perusahaan tersebut dalam melayani pelanggan lewat berbagai produk komprehensif seperti Zenbo si robot pintar, ZenFone si ponsel pintar premium, ZenBook, dan perangkat IT serta komponen lain, termasuk Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Internet of Things (IoT).

ASUS diperkuat oleh 16.000 karyawan di seluruh dunia, 5.000 di antaranya adalah insinyur pada divisi R&D (riset dan pengembangan). Revenue sebesar 17,34 miliar dolar Taiwan yang berhasil dibukukan tahun 2017 silam merupakan bukti bahwa ASUS perusahaan yang sehat dan menguntungkan. ASUS hadir sebagai merek tepercaya juga berkat mutu produknya. Sebagai contoh, notebook ASUS yang diproduksi harus melalui pengujian yang ekstrem sebelum dirilis ke pasar.



Uji Ketahanan Notebook ASUS

2 | Pilihan Warna Memikat

Karena dirancang khusus buat kawula muda seperti gen Z atau gen alpha, VivoBook S14 S433 tentu sangat cocok buat Rumi dan Bumi yang boleh dibilang lahir dan dibesarkan teknologi. Dari empat pilihan warna yang ditawarkan, VivoBook S14 S433 warna Gaia Green bakal jadi favorit mereka. Warna hijau menyiratkan kepribadian yang kreatif, membaur, dan mudah menerima perubahan. Mereka ingin terus berkembang secara dinamis—tepat seperti ciri gen alpha yang ingin terus tumbuh—hidup penuh dengan kreativitas.


Bagi Anda yang pemberani dan punya kepribadian tegas, ada Resolute Red yang bisa dipilih. Warna merah menegaskan kepercayaan diri dan siap menghadapi tantangan, juga kekuatan. Sementara Dreamy White dan Indie Black sama-sama menunjukkan kekokohan sekaligus elegansi. Seperti namanya, Dreamy White cocok bagi Anda yang berani bermimpi, cinta kerapian, jujur, dan presisi. Adapun Indie Black mencerminkan kemandirian dan kemauan keras. Anda merasa mampu mengendalikan situasi dan yakin sebagai pribadi yang intuitif

Menarik banget kan? Yang jelas, keempat warna itu memberikan kekeluasaan bagi para kawula muda untuk mengekspresikan ide tanpa takut menjadi diri sendiri. Spirit dare to be you memang kental diangkat VivoBook S14 S433 ini. Bukan hanya warna yang istimewa, tapi juga desain notebook yang berkelas.

3 | Desain Menawan

VivoBook S14 S433 sangat cocok untuk kawula muda, baik gen Z atau gen alpha. Perhatian ASUS pada generasi kekinian tampak dari bodi notebook yang sangat tipis dengan bobot yang tetap ringan. Beratnya hanya 1,4 kilogram jadi sangat portabel untuk mobilitas tinggi saat traveling atau bekerja mobile. Tebalnya cuma 15,9 mm atau 1,59 cm, kira-kira setara dengan buku setebal 240-an halaman. Tipis dan tetap menawan, muat dalam tas berukuran kecil sehingga tidak merepotkan.


Bodi VivoBook S14 S433 pun ringkas. Ramping dan mungil, itulah gambaran yang tepat untuk notebook ini. VivoBook S14 S433 lebih mungil dibanding laptop berlayar 14 inci lainnya. Salah satu penyebabnya adalah dipakainya teknologi NanoEdge Display. Teknologi ini mampu menghadirkan bezel yang sangat tipis berkat teknologi layar eksklusif. Walhasil, screen-to-body ratio bisa mencapai 85 persen dengan ukuran keseluruhan bodi yang lebih kecil. Berkat dukungan NanoEdge Display, layar jadi terlihat lebih lapang sehingga tayangan yang kita tonton bisa lebih immersive. Gambar 3 dimensi pada layar seolah hadir begitu hidup di segala sisi kita. Menakjubkan bukan?


Pada sektor layar, VivoBook S14 S433 sudah mampu mereproduksi warna pada color space sRGB hingga 100 persen. Artinya, orang-orang yang berprofesi sebagai content creator seperti fotografer dan Youtuber bisa meminang notebook istimewa ini. Dengan sudut pandang yang lebar mencapai 178 derajat, VivoBook S14 S433 menjanjikan pengalaman nonton yang asyik sebab dilihat dari samping dengan nyaman, jadi bisa ditonton rame-rame. VivoBook S14 S433 terbukti paling trendy dan sangat tipis untuk kategori laptop di kelasnya.

4 | Stiker Eksklusif


VivoBook S14 S433 cocok buat gen Z atau gen alpha karena pilihan warna memikat dan desain yang mewah. Kemewahan itu justru berasal dari area belakang layar yang terlihat polos. Dengan hanya mengadopsi tulisan “ASUS VivoBook” di samping kanan agak ke tepi, terciptalah “ruang kosong” atau disebut negative space dalam dunia desain. Walau mengandung kata negatif, ruang kosong tersebut nyatanya justru sengaja disediakan agar pemilik VivoBook S14 S433 dapat melakukan personalisasi sesuai kepribadian.


Setiap paket pembelian VivoBook S14 S433 dilengkapi dengan stiker eksklusif karya seniman visual asal Jakarta Muchlis Fachri atau yang dikenal dengan Muklay. Negative space yang sengaja dibuat oleh ASUS bisa ditempeli berbagai stiker sesuai keinginan—tentunya yang mencerminkan jiwa muda pelanggan. Bayangkan punya laptop berdesain mewah dengan warna memukau dan bisa ditambah dengan aneka stiker eksklusif yang menjadi ciri atau memperkuat identitas jiwa kekinian, tentulah kita bakal makin percaya diri. Sebuah inisiatif keren dari ASUS!

5 | Fitur Premium


VivoBook S14 S433 bukan hanya keren dari segi desain dan warna, tapi juga canggih dari sisi fitur andalan. Sebagai seri VivoBook tertinggi, fitur-fitur terbaik telah dibenamkan dalam seri ini. Ada fingerprint atau pembaca sidik jari, yang bisa kita manfaatkan untuk login ke Windows 10 tanpa harus mengetikkan password. Kerja bisa makin cepat karena fingerprint di VivoBook S14 S433 sudah terintegrasi ke fitur Windows Hello pada Windows 10. 

Antiribet dan praktis kan? Windows Hello juga memproteksi laptop kita agar aman dari orang iseng yang ingin mengaksesnya. Bukan cuma itu, teknologi fast charging dan backlit keyboard yang diadopsi VivoBook S14 S433 akan menghemat waktu untuk mengecas dan irit konsumsi listrik sehari-hari.

6 | Audio jernih

Yang tak kalah menarik, dan ini yang penting bagi kami sekeluarga, VivoBook S14 S433 dibekali dengan fitur audio berkulitas premium dengan sertifikasi Harman/Kardon. Jadi ingat sama laptop punya kantor dengan audio ini, memang bening dan powerful. Anak-anak kami sangat suka menonton video musik di Youtube atau film anak di laptop. Pantaslah VivoBook S14 S433 ini menyasar kawula muda karena musik adalah bagian integral dari diri mereka. Jaminan kualitas audio terbaik dari Harman/Kardon akan membuat VivoBook S14 S433 semakin dicintai anak-anak sehingga mereka terdorong untuk kian energik dan kreatif.

7 | Konektivitas terbaik

Selama ini saya dan istri bekerja secara hibrida, dengan memadukan kinerja laptop dan smartphone. Kadang menulis draft di ponsel untuk kemudian diekspor ke laptop. Maka konektivitas laptop sangat kami butuhkan. Untunglah VivoBook S14 S433 sudah punya konektivitas modern. Salah satu konektivitas uniknya adalah WiFi 6. Tak perlu saya jelaskan bahwa modul WiFi 802.11ax atau WiFi 6 merupakan teknologi komunikasi data nirkabel generasi terbaru. WiFi 6 dapat mentransfer data tiga kali lebih cepat dibanding koneksi WiFi generasi sebelumnya. Selain itu, kapasitas jaringannya bisa mencapai empat kali lipat lebih banyak dengan latency hingga 75 persen lebih rendah.

Bukan cuma itu, VivoBook S14 S433 pun didukung konektivitas lainnya berupa port USB 3.2 (Gen 1) Type-C yang kami butuhkan. Kecepatan transfer data lewat port jenis ini bisa jauh lebih baik. Kami dapat memanfaatkan port tersebut untuk mengoneksikan VivoBook S14 S433 dengan aneka perangkat eksternal modern lainnya yang mensyaratkan pemakaian USB Type-C sebagai interface-nya.

8 | Performa sempurna


Dengan bodi yang mungil dan ramping, apakah VivoBook S14 S433 mengorbankan kinerjanya? Inilah yang kami suka. Dengan prosesor Intel Core 10th Gen sebagai dapur pacunya, performa notebook ini dijamin digdaya tapi tetap hemat daya. Asyik kan? Kami pikir, prosesor Intel Core i5-10210U cukuplah untuk kebutuhan kami sekeluarga karena ia punya empat core (inti) dan delapan thread. Menurut hasil pengujian menggunakan Cinebench R20 dan PCMark 10, VivoBook S14 S433 berhasil mencetak skor cukup tinggi. Ini artinya VivoBook S14 S433 memang pilihan tepat untuk menemani berbagai kegiatan sehari-hari kami sebagai keluarga.




Bukan hanya prosesor yang gahar, performa grafis pun diperhatikan oleh ASUS. Chip grafis NVIDIA GeForce MX250 dibenamkan dalam VivoBook ini dengan performa yang terbukti cukup kencang bahkan untuk bermain game e-sport. Game kasual apalagi, enteng. Laptop berukuran ringkas dan desain mewah tapi grafis oke, inilah ASUS VivoBook S14 S433!



Penggunaan PCIe SSD berkapasitas 512 GB sebagai media penyimpanan bikin VivoBook S14 S433 semakin andal. Kini memang era Solid State Disk (SSD), bukan Hard Disk yang rentan tergores dan lama dalam memanggil data. SSD besutan Intel didesain khusus dengan Optane Memory berkapasitas 32 GB. Bagi yang belum paham, Optane Memory adalah teknologi eksklusif yang dikembangkan Intel dengan cara memanfaatkan memori tambahan sebagai cache. Berkat cache ini, kecepatan SSD dalam mengakses data yang sering diakses malah lebih cepat. Hal ini berkontribusi pada keseluruhan performa VivoBook S14 S433 yang makin kencang dan gegas. Lagi-lagi cocok untuk kawula muda yang ingin serbacepat.


9 | Baterai tahan lama

Jeroan yang gahar dan performa keseluruhan yang mumpuni tak membuat VivoBook S14 S433 kehilangan keunggulan dalam hal pasokan daya. Baterai yang diadopsi oleh laptop ini berkapasitas 50 Whrs, lebih besar dibanding notebook sekelasnya. Ditandem dengan Intel Core 10th Gen yang memang irit daya, maka VivoBook S14 S433 bisa dipakai selama 12 jam ketika diuji menggunakan PCMark 10 Battery dengan mode Modern Office. Travel blogger, eksekutif muda, atau siapa pun dengan mobilitas tinggi akan diuntungkan dengan memiliki VivoBook S14 S433 karena tak perlu mengecas terlalu sering sehingga bisa tetap fokus pada pekerjaan.


10 | Garansi 2 tahun

Inilah keunggulan lain ASUS yang tak dimiliki brand lain. Sebagaimana seri lainnya, VivoBook S14 S433 dilengkapi dengan 2 tahun garansi global. Ada vendor yang mengklaim memberikan 3 tahun garansi, padahal sebenarnya hanya garansi 1 tahun ditambah 2 tahun gratis biaya jasa. Artinya, kalau ada penggantian spare part pada tahun kedua, kita harus bayar lagi. Berbeda dengan ASUS yang menawarkan 2 Tahun Garansi Global yang benar-benar GRATIS. Semuanya gratis selama masa garansi, baik penggantian spare part maupun biaya perbaikan asalkan itu bukan karena kesalahan pelanggan.


Malah VivoBook S14 S433 dibekali ASUS Perfect Warranty. Perfect Warranty adalah inovasi ASUS pada tahun 2020 yakni layanan garansi ekslusif pada tahun pertama masa garansi notebook ASUS. Ini terbilang layanan premium karena ASUS akan menanggung 80% biaya jasa perbaikan dan spare part untuk kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian pengguna pada tahun pertama garansi. Nah, enak banget kan, kita yang lalai pun akan disubsidi 80% jadi makin hemat punya laptop ASUS.

Jadi diri sendiri, berbagi bikin berarti

Memiliki laptop serbaguna seperti VivoBook S14 S433 adalah modal penting untuk mendukung profesi dan impian sesuai dengan kepribadian. Berbekal laptop yang stylish dan performa yang istimewa, gen Z dan gen alpha seperti anak-anak kami akan berani mengekspresikan diri sendiri tanpa takut terbebani. Apalagi mereka leluasa menentukan ciri khas lewat stiker eksklusif Muklay yang personal banget. Pilihan warna memikat dan desain mewah notebook dengan material berkualitas bakal bikin penggunanya tampil solid karena mampu berkreasi lebih lama berkat daya tahan baterai hingga setengah hari.

VivoBook S14 S433 bisa dibawa ke mana saja karena ringan dan tak perlu cemas dibobol sebab dilengkapi fingerprint yang terintegrasi langsung ke fitur Windows Hello sehingga login cepat tanpa perlu mengetik password. Main game atau menonton video edukatif di Youtube tetap nikmat karena VivoBook dipersenjatai dengan chip grafis NVIDIA GeForce MX250S14 S433 di dalam bodi tipisnya. 

Inilah laptop modern yang bukan hanya terbaik dari segi konektivitas tapi juga powerful untuk mendukung beragam aktivitas. Tak ada lagi halangan menjadi diri sendiri jika bekerja ditemani VivoBook S14 S433 yang mumpuni di segala sisi.

Berbagi mimpi lewat Kelas Inspirasi (KI)


Saya selalu membayangkan untuk membawa laptop portabel nan ringan tapi desainnya keren dengan performa hebat ke acara Kelas Inspirasi (KI) di kota-kota berbeda. Berjumpa dengan anak-anak di bangku sekolah dasar sungguh kegembiraan tersendiri tapi juga butuh kreativitas agar bisa membagikan impian untuk mereka di pelosok daerah. Seperti pengalaman saya di pedalaman Lamongan, di Ponorogo yang langsung berbatasan dengan Trenggalek, Pemalang yang jauh, hingga Madiun yang sepi.

Sayang sekali laptop saya terlalu berat untuk dibawa bersama pakaian dan alat peraga saat mengajar. Padahal teman relawan lokal yang terlihat membawa laptop ke dalam kelas hampir selalu berhasil memukau anak-anak, menyuntik pikiran-pikiran belia dengan impian untuk maju dan berkembang. Mereka adalah generasi alpha yang sangat peduli teknologi, maka rasanya akan luar biasa jika saya bisa memboyong ASUS VivoBook S14 S433 dan mengajak mereka menggunakannya.

Seperti warna-warna pilihan laptop ini, yang mencerminkan values penting dalam hidup terutama di abad industri 4.0 di mana persaingan sangat sengit. Mereka harus jujur pada diri sendiri dan berani bermimpi untuk masa depan lebih baik meskipun tinggal di pedesaan. Agar bisa bersaing, mereka harus kreatif dan adaptif. Dengan kepercayaan diri dan intuisi yang kuat, ditambah skill dan semangat belajar, mereka akan mencapai kemandirian sehingga tak punya beban untuk terus berkarya. It’s time to dare to be you, it’s time to grab VivoBook S14 S433 to be best version of you!

Tulisan ini diikutkan dalam kompetisi menulis “ASUS VivoBook S14 S433 – Dare To Be You”