Tuesday, March 31, 2020

Melejitkan Bisnis Penerbitan Dengan Virtual Office di Jakarta yang Menjanjikan

Kalau ada satu hal yang disesali setelah kami meninggalkan Bogor dan menetap di kampung halaman adalah terhentinya aktivitas penerbitan buku yang sudah kami kelola sejak tahun 2010. Betapa tidak, sewaktu masih tinggal di Bogor, penerbitan buku indie menyumbang penghasilan yang cukup lumayan untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi lumayan digantungkan sebagai pundi-pundi rezeki utama.

Tiga tahun tinggal di Lamongan usaha penerbitan terpaksa kami hentikan. Sebenarnya masih ingin dilanjutkan tetapi tak satu pun ada pelanggan yang mendekat, baik yang lama ataupun calon pelanggan baru. Bahkan setelah didukung dengan portal atau website resmi pun, tetap tak ada klien baru yang tergiur memanfaatkan jasa penerbitan kami.

Lokasi menentukan gengsi

Setelah saya selidiki, ternyata penyebabnya sudah saya prediksi sejak semula--saat belum pindah. Apa lagi kalau bukan karena kendala alamat dan lokasi. Para pelanggan lama atau calon konsumen baru sepertinya enggan menerbitkan karya mereka jika kantor penerbitnya berada di daerah, kota kecil tempat kami berdomisili saat ini. Jauh berbeda dengan penerbit lain yang berada di Jabodetabek atau Bandung, misalnya. Atau setidaknya ibu kota provinsi.


Dengan kata lain, buku yang diterbitkan oleh label dengan kantor di daerah sungguh tak punya gengsi. Bisa dimaklumi karena penulis akan bangga jika buku mereka muncul dengan penerbit di kota besar. Sempat memang saya pindahkan alamat dari Bogor ke Lamongan tetapi upaya itu tak banyak membantu. Hanya ada satu dua pelanggan yang menggunakan jasa lebih karena faktor kedekatan sebagai teman atau sahabat. Bukan murni mencari jasa melalui internet.

Akhirnya saya jadi dilematis. Bekerja kantoran lagi jelas tidak mungkin karena usia mendekati kepala 4. Usaha sendiri juga bingung lantaran tak punya modal, pun juga belum memahami kultur masyarakat mengenai produk yang mereka sukai walaupun saya lahir dan besar di sini. Kelamaan merantau memang bikin betah dan bahkan ingin balik lagi ke Bogor karena di sana boleh dibilang serbaada, termasuk peluang mendulang rezeki melalui bisnis penerbitan buku.

Sempat terbayang untuk meminjam alamat teman di Bogor, tapi terhalang rumahnya yang cukup jauh dari kota. Selain itu, kendala bagi hasil juga jadi pertimbangan utama. Akhirnya kegiatan penerbitan terhenti sampai sekarang. Berarti tanpa pemasukan dari lini ini. Setelah dipikir-pikir, menjalankan bisnis tetap jadi pilihan untuk meraup keuntungan. Walaupun menjadi blogger sudah lumayan, tetapi penghasilan tidak menentu. Berbeda dengan bisnis yang menjanjikan pendapatan lebih ajek dan karakter ekonominya bisa diukur dengan prinsip-prinsip bisnis pada umumnya.

Virtual Office Jakarta solusinya

Kalau mau serius menggeluti dunia penerbitan lagi, saya pikir menyewa virtual office di Jakarta adalah solusi jitu yang harus saya pilih. Belakangan ini virtual office memang jadi tren di kota-kota besar. Bagi yang penasaran, virtual office atau kantor virtual adalah kantor yang kita sewa tana harus punya gedung sendiri dan bisa kita gunakan sebagai alamat bisnis. Bukan hanya legal dan punya prestise, virtual office juga menawarkan sejumlah fasilitas kantor pada umumnya.

Dengan begitu, saya bisa terus menjalankan usaha penerbitan dari Lamongan dengan meminjam alamat di Jakarta tapi tetap menguarkan gengsi dan keunggulan karena beralamat di kantor kota besar. Saya bisa tugaskan kolega di sana. Dengan virtual office, biaya operasional bisa ditekan sementara fungsi-fungsi kantor secara konvensional masih saya dapatkan. Namun seiring menjamurnya penyedia atau provider kantor virtual, saya mesti memilih pemain yang andal dan punya pengalaman panjang di bidang ini. Ini bisa dilihat dari portofolio bersama perusahaan yang menyewa virtual office.

Produktif bersama Arvahub

Selain itu, lokasi harus strategis dan mudah dijangkau sehingga memudahkan akses bagi investor atau calon pelanggan yang ingin bertatap muka di kantor. Yang tak kalah penting adalah fasilitas yang mereka tawarkan dalam mendukung kinerja bisnis yang optimal. Terakhir dan yang paling utama: tentu saja faktor U alias uang yakni mencari harga penyedia yang kompetitif. 


Jangan sampai saya dipusingkan dengan lokasi yang jauh hanya karena harga murah atau layanan ekstra. Atau harga terjangkau dan lokasi mudah dijangkau, tetapi fasilitasnya tak bisa diandalkan dan malah menyulitkan saya sebagai pemilik bisnis. Inilah pentingnya menyusun skala prioritas akan hidup saya bisa lebih produktif. Demikian kata para ahli. Memilih provider virtual office yang tepat berarti separuh keberhasilan dalam bisnis. Karena waktu saya bisa dimanfaatkan untuk memikirkan hal-hal strategis lainnya, seperti teknik pemasaran atau inovasi agar bisa bersaing dengan kompetitor.

Kantor virtual demi mendongkrak keuntungan finansial

Untunglah saya menemukan potongan video berikut ini. Dari sana saya langsung meluncur ke website Arvahub sebagai penyedia Virtual Office di Jakarta. Arvahub layak dilirik karena termasuk unit bisnis yang dipayungi perusahaan rintisan Sofyan Corp. Dengan pengalaman selama 20 tahun di bidang properti, tak heran jika Sofyan Group sudah menghasilkan unit bisnis yang andal dan teruji di bidang yang relevan. Bukan hanya bidang properti, tetapi mencakup ranah lebih luas antara lain perhotelan, pendidikan, hingga konsultan bisnis.


Kekuatan kolaborasi

Ini jadi alasan kuat kenapa Arvahub wajib jadi mitra agar usaha kita cepat berkembang. Dengan portofolio kuat di bawah Sofyan Group, cita-cita bisnis kita tak akan cuma jadi isapan jempol melainkan terus mengalami akselerasi karena punya fondasi solid berkat dukungan Arvahub. Arvahub paham betul bahwa Industri 4.0 adalah era kolaborasi sehingga sinergi dalam penguatan bisnis sangat dibutuhkan. Saya jadi teringat pada buku Never Eat Alone karya Keith Ferrazzi yang laris manis itu, yang mengingatkan bahwa orang-orang sukses ternyata mereka yang pandai membangun jaringan dan saling memudahkan urusan orang. Itulah kesuksesan sejati.


Dengan lokasi yang strategis di pusat kota Jakarta, Arvahub adalah pilihan ideal bagi siapa saja yang ingin mengembangkan bisnis tapi bermodal pas-pasan karena layanan mereka sungguh terjangkau. Kapan lagi bisa berkantor di gedung mewah, dengan dukungan aneka fasilitas, tapi cukup merogoh kantong sekadarnya saja. Bukan cuma terjangkau dan fasilitasnya yang lengkap, yang melegakan adalah Arvahub juga menyediakan layanan pengurusan perizinan seperti PT/CV serta perizinan khusus lain yang sulit kita handle sendiri. Asyik kan semua serbapraktis?  

Virtual office andal dan antimahal 

Punya Virtual Office Jakarta yang modern seperti Arvahub adalah keuntungan berlipat. Coba perhatikan daftar harga layanan virtual office berikut ini yang tidak bikin kantong bolong. Ingat dan catat, ini bayar sekali dalam setahun loh, bukan per bulan. Jadi bisa dibilang sangat irit. Kalau dihitung untuk paket standar, tak sampai 10.000/hari yang berarti murah meriah. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan, misalnya butuh dukungan lain yang tentatif.


Bagaimana dengan layanan perizinan? Pada saat tertentu, kita tak ingin direpotkan dengan hal ihwal yang sebenarnya bisa didelegasikan. Setidaknya urusan kita jadi lebih ringan dan praktis, apalagi harga layanannya terbilang bersaing.


Pernahkah terpikir kita punya asisten pribadi seperti layanan resepsionis yang ramah saat kita tak berada di kantor? Resepsionis ini akan membantu kita untuk menyambut klien atau investor yang ingin menyerahkan dokumen. Dengan demikian waktu kita semakin produktif sebab bisa dipakai untuk menyusun strategi bisnis dan promosi, misalnya. Penerimaan surat dan paket juga sudah ditangani oleh tim virtual office Arvahub sebagai bagian dari harga layanan Virtual Office Jakarta.

Tak perlu galau kalau harus meeting mendadak bersama klien atau calon pemodal. Disediakan meeting room yang nyaman lengkap dengan dukungan jaringan Wi-Fi dan refreshment gratis seperti kopi, teh, dan air mineral. Mana ada sih virtual office di Jakarta yang disewa tapi memanjakan pelanggan banget seperti ini? Paket lengkap bikin betah dan makin semangat bekerja.


Rapat jadi lebih santai tapi bisa berjalan sesuai harapan karena fasilitas mendukung tanpa kita sendiri direpotkan. Arvahub akan menangani semuanya, seolah kita betul-betul mengelola kantor milik kita sendiri dengan staf yang cekatan dan selalu ready. Tanpa kendala nonteknis, rapat bisa lebih produktif dan berdampak positif pada bisnis kita. Fokus pada solusi, bukan hal remeh nonsubtansi.

Kesuksesan jadi lebih mudah diraih.

Dengan beragam kelebihan dan keunggulan Arvahub, saya tak perlu berpikir seribu kali untuk meminangnya sebagai virtual office di Jakarta yang sesuai idaman. Harga terjangkau, lokasi strategis, gedung mewah, fasilitas lengkap, layanan mencakup perizinan, dan sejumlah partner yang mengandalkan layanan mereka menjadikan Arvahub sebagai solusi untuk melejitkan bisnis apa pun.

Biarlah saya tetap tinggal di kampung, tapi rezeki ala kota seolah tak terbendung. Ada rekan kerja yang bisa handle saat saya tak bisa hadir. Semua bisa terwujud berkat kolaborasi saat menyewa virtual office yang bergengsi sehingga pelanggan atau klien punya kepercayaan diri bahkan kebanggaan saat menerbitkan karya mereka karena alamat yang tercantum di buku berada di ibu kota Indonesia. Meeting bisa diagendakan kapan saja, kerja bisa di mana saja. Keuntungan bisa menggunung tentu dengan harapan tetap berkah.

Siap melejitkan usaha kalian, gengs? Never eat alone, never succeed alone.

lomba blog arvahub